Orang Palestina secara keliru ditampilkan sebagai agresor
Opini

Orang Palestina secara keliru ditampilkan sebagai agresor


Warga Palestina berjalan di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di kota tua Yerusalem, Jumat, 7 Februari 2020. (Foto AP / Mahmoud Illean)

Sebuah artikel di Tribune 12 Mei, “Roket Palestina menargetkan Tel Aviv,” memberi kesan kepada pembaca bahwa Palestina adalah agresor, sedangkan Palestina adalah korbannya. Masalah baru-baru ini bermula ketika polisi Israel (IDF) memasuki Masjid Al Aqsa ketika warga Palestina sedang shalat Jumat terakhir Ramadhan, dan menyemprot mereka dengan peluru karet dan granat. Sebenarnya Israel adalah agresor dan membalas roket buatan Palestina dengan serangan udara. Korban tewas adalah 10 banding 1, Palestina menderita sepuluh kematian dibandingkan satu orang Israel.

Masalah baru-baru ini dimulai ketika pemukim sayap kanan Israel mulai mengusir warga Palestina dari rumah mereka, di lingkungan Yerusalem Timur, suatu bentuk pembersihan etnis, yang merupakan kejahatan perang. Para pemukim membersihkan lingkungan dan pindah ke rumah yang telah dihuni warga Palestina selama beberapa generasi. AS duduk di samping dan Departemen Luar Negeri selalu berpihak pada Israel, dan berita menampilkan Palestina sebagai kejahatan.

Barbara Taylor, Salt Lake City

Kirimkan surat ke editor

Dipersembahkan Oleh : Slot Online

Baca Juga : Joker123